Panderra Merajut Perjalanan Emosional Menuju Benderang dalam Album Perdana ‘Ode Matahari’

Panderra Merajut Perjalanan Emosional Menuju Benderang dalam Album Perdana ‘Ode Matahari’

Sumber foto : Diambil dari siaran pers Panderra

Album perdana Panderra bukan hanya sekedar rangkuman musikal. Lebih dari itu, Ode Matahari merajut perjalanan emosi yang memikat pendengar dengan cerita linear yang disajikan dalam 3 chapter

Beragam sajian musik terkini yang dihiasi oleh musisi/band di kancah independen tanah air, silih berganti menjadi angin segar bagi penggemar. Kali ini giliran Pandarra, salah satu entitas pengusung musik pop folk yang bulan April lalu memulai langkahnya melalui single “Perjalanan Singkat” sebagai penanda album perdana bertajuk Ode Matahari yang mulai diedarkan baru-baru ini via berbagai saluran digital.

Pandarra yang dihuni oleh ketiga membernya terdiri dari, Arjunet, Desi Kinanthi, dan Bale mengukir jejak bermusiknya melalui album perdana yang bukan hanya sekedar rangkuman musikal. Lebih dari itu, Ode Matahari merajut perjalanan emosi yang mengikat pendengar dengan cerita linear yang disajikan dalam 3 chapter.

Untuk langkah awal, dalam chapter pertama yang diberi titel “Redup”, mewakili kisah dalam situasi terpuruk dengan atmosfer kesedihan, amarah, dan keputusasaan. Pendarra memperkenalkan perjalanan album bagian pertama dengan kondisi terluka dan langkah yang terseok. Digambarkan melalui situasi cahaya yang perlahan padam di sekitarnya, disuguhkan dengan melodi yang mengalun dalam lagu “Redup”, “Terbenam” dan “Lulabi Tua”.

Beranjak dari keterpurukan, Pandarra lantas mengajak para pendengarnya untuk berdamai dengan keadaan, membasuh luka, dan memberanikan diri untuk menelusuri kegelapan demi mencari seberkas cahaya. Chapter kedua yang diberi titel “Menelusuri Gelap” diinterpretasikan melalui “Di Sudut Purnama”, “Tetaplah Berpijar” dan “Tak Henti Bersauh”, untuk mewujudkan situasi berdamai dan berserah.

Memasuki babak terakhir yang diberi titel “Menyongsong Benderang”, di sinilah cahaya mulai terlihat dari kejauhan, harapan kian kuat dan meyakini bahwa cahaya berada di ujung jalan. Melalui lagu “Bermekaran dan Mewangi” ft. Dere, “Perjalanan Singkat”, “Terbit” ft. Matter Halo, dan “Benderang”, Panderra menghadirkan keyakinan untuk menemui cahaya setelah gelap yang begitu pekat.

Digandeng Esa Prakasa yang duduk dibangku Produser, album Ode Matahari menghadirkan ciri musikal Panderra dengan sentuhan khasnya yang memadukan tekstur elektronik dengan elemen musik pop folk, rock dan eksperimen bebunyian. Kehadiran Dere dan Matter Halo sebagai musisi tamu, turut menambah warna musik Panderra di album Ode Matahari ini.

Panderra mengukir Ode Matahari dengan sebuah narasi yang menggambarkan perjalanan emosional dari hidup yang redup dalam keterpurukan, menuju harapan baru yang benderang. Mereka merajut setiap bagian yang merupakan fase dari perjalanan, dan setiap lagu adalah cerita dari setiap kejadiannya.

Salah satu lagu bertajuk “Perjalanan Singkat” didaulat menjadi focus track mereka dalam album ini, karena merangkum seluruh kejadian. Pendarra merilis album Ode Matahari pada 17 Mei 2024, dengan single highlight  “Bermekaran dan Mewangi” yang dinyanyikan bersama Dere, menyiratkan tema penerimaan kegagalan dalam hidup dan proses mendewasakan diri. Silahkan simak album Ode Matahari milik Panderra, melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - LALAHUTA Perkenalkan Kevin Widya dalam Formasi Mutakhirnya

BACA JUGA - LALAHUTA Perkenalkan Kevin Widya dalam Formasi Mutakhirnya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner